PENGERTIAN UMROH




  • Umrah adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah.

    Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim)




HUKUM UMROH




Secara umum hukum Umroh terbagi menjadi dua, yakni wajib dan sunnah. Di sebut wajib bila ibadah Umroh tersebut baru pertama kali dilaksanakan sehingga disebut sebagai Umratul Islam. Selain itu Umroh karena nazar juga disebut sebagai Umroh wajib, jadi jika anda telah bernazar akan menunaikan ibadah Umroh bila telah berhasil melakukan atau mendapatkan hasil tertentu, maka hukum Umroh tersebut menjadi wajib.


Disebut sunnah jika ibadah Umroh tersebut dilakukan untuk kedua kali dan seterusnya dan juga bukan karena nazar. Misalnya di tahun 2010 anda telah menunaikan ibadah Umroh yang Pertama, maka apabila anda ingin dan mampu secara finansial di tahun ini, maka anda dapat pergi Umroh lagi namun bila tidak juga tidak apa-apa.


Namun kalangan ahli fiqih sepakat bahwa umroh wajib hukumnya bagi orang yang disyariatkan untuk menyempurnakan. Walaupun beberapa ulama memiliki beda pendapat mengenai hukumnya apakah termasuk sunnah atau diwajibkan.


Pendapat pertama yang mengatakan bahwa umroh adalah sunnah mu`akkadah. Ulama yang berpendapat seperti ini adalah Ibnu Mas’ud, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad menurut salah satu versi pendapat, juga Abu Tsaur dan kalangan mazhab Zaidiyah. Pendapat para ulama ini berdasarkan sabda Nabi SAW ketika ditanya tentang hukum melaksanakan umroh, apakah ia wajib atau tidak? Beliau menjawab,” Tidak. Namun jika kalian umroh, maka itu lebih baik,” Juga berdasarkan sabda Nabi SAW:

الحج جهاد والعمرة تطوع

Haji adalah jihad, sementara umroh hanya tathawwu’

.

Alasan lain yang dijadikan pegangan bahwa ibadah umroh adalah sunnah adalah bahwa umroh merupakan nask (ibadah) yang pelaksanannya tidak ditentukan waktu, maka ia pun tidak wajib sebagaimana halnya thawaf mujarrad.

Kedua, pendapat yang mengatakan bahwa umroh hukumnya wajib, terutama bagi orang-orang yang diwajibkan haji. Pendapat ini dianut oleh Imam Asy-Syafi’i menurut versi yang paling sahih di antara kedua pendapatnya, Imam Ahmad menurut versi lain, Ibnu Hazm, sebagian ulama mazhab Maliki, kalangan mazhab Imamiyyah, Asy-Sya’bi, dan Ats-Tsauri. Pendapat ini juga merupakan pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan lainnya, dan mereka bersepakat bahwa pelaksanaannya hanya sekali seumur hidup sebagaimana halnya haji

Pendapat yang terkuat dalam hal ini, ‘umroh itu wajib bagi yang mampu sekali seumur hidup. Sedangkan pendapat yang menyatakan hukumnya sunnah (mu’akkad) dalilnya dianggap lemah (dho’if) sehingga tidak bisa dijadikan hujjah. Jadi bagi yang mampu, sekali seumur hidup dianjurkan agar berusaha menunaikan ibadah umroh.



6 MANFAAT IBADAH UMROH





Ibadah ‘umroh dapat langsung ditunaikan dengan ibadah haji yaitu dengan cara melakukan haji secara tamattu’ atau qiran. Karena dalam haji tamattu’ dan haji qiran sudah ada ‘umroh di dalamnya. Sehingga keutamaan ibadah umroh dapat disejajarkan dengan ibadah haji yang menjadi rukun Islam dan diwajibkan bagi yang mampu.

1. Ibadah Umrah yang satu kepada Umrah berikutnya adalah Kaffaroh atau penghapus dosa.


Allah SWT akan menghapus dosa-dosa kita di antara pelaksanaan Umrah yang satu dengan Umrah berikutnya. Sederhananya begini, bila 5 atau 10 tahun lalu kita sudah melaksanakan Umrah, selanjutnya tahun berkesempatan lagi untuk melakukan Umrah, maka dosa-dosa di antara kedua waktu Umrah tersebut akan diampuni Allah SWT.


2. Umrah adalah jihad bagi para wanita dan orang yang lemah.


Para ibu dan kaum wanita umumnya serta mereka yang lemah fisik pada masa Rosulluloh SAW, tak bisa ikut berjihad atau berperang. Namun mereka masih mendapatkan fadillah pahala jihad dengan cara melaksanakan ibadah Umrah.


3. Jemaah Umrah adalah tamu-tamu Allah yang doanya dikabulkan


Ibadah Haji dan Umrah menjadi istimewa karena orang yang datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah tersebut adalah tamu Allah SWT. Begitulah biasa disebut dan memang Rasulullah SAW menyebutkannya demikian. Jemaah Haji dan Umrah adalah tamu undangan Allah SWT sehingga apa yang diminta sang tamu akan dikabulkan oleh-Nya. Ini adalah bentuk keistimewaan yang paling istimewa.


4. Wafat saat menjalankan ibadah Umrah pahalanya dicatat sampai hari kiamat.

Keutamaan orang-orang yang wafat dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah, serta keutamaan orang yang wafat dalam keadaan berihram (di tengah pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah) adalah mendapatkan anugerah pahalanya dicatat sampai hari kiamat. Semuanya termaktub jelas dalam hadits.


5. Ibadah Umrah bisa menghilangkan kefakiran.


Bila kita melihat saudara kita yang setelah pulang dari Haji atau Umrah maka terlihat kehidupannya semakin baik, rezekinya mengalir terus dan keluarganya bertambah berkah, itulah salah satu fadillah ibadah tersebut. Seluruh biaya yang digunakan untuk berangkat Haji dan Umrah akan diganti oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat.


6. Fadillah pahala satu kali Umrah dengan salat dua rakaat di Masjid Quba.


Shalat di Masjid Quba memiliki keutamaan tersendiri. Menurut Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: " Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia salat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala Umrah" . (HR. Tirmizi no. 298, Ibnu Majah no. 1401)


Masjid Quba ini terletak di luar kota Madinah. Jadi, mengingat fadillah salat di Masjid Quba yang sangat besar, maka bila kita sudah berada di Madinah dalam rangka menjalankan ibadah Umrah atau Haji, jangan sampai lupa melakukan salat di Masjid Quba.

Rabu, 14 November 2018

Umroh Di Bulan Ramadhan 2019

Paket Umroh Ramadhan 2019 Alsha Travel

Rasulullah SAW bersabda, ''Barangsiapa yg melaksanakan umrah di bulan Ramadhan nilainya sama dengan pergi haji bersamaku.'' (HR. Imam Bukhari menggunakan Fathul Baari 4/74 dll). Bulan Ramadhan yang penuh berkah sementara waktu lagi datang. Inilah bulan buat beramal sebanyak-banyaknya. Tidak hanya puasa & shalat Tarawih, melainkan jua banyak sekali amal ibadah lainnya, seperti membaca Alquran, berzakat dan bersedekah, serta Umrah Ramadhan. Umrah tadi bisa dilaksanakan pada awal Ramadhan, tengah Ramadhan, atau akhir Ramadhan. Amalan yang bernilai sunnah, bila dilaksanakan dalam hari-hari Ramadhan maka pahala yang diperoleh senilai dengan amalan fardhu. Sedangkan amalan yg sifatnya fardhu jika dilaksanakan pada bulan Ramadhan maka pahala yg diperoleh 70 kali lipat lebih besar  dibandingkan jika dilaksanakan pada hari di luar Ramadhan. Pahala yang Allah SWT janjikan pada bulan Ramadhan luar biasa. Nabi berkata, shalat di Masjid Nabawi sama menggunakan shalat 100.000 rakaat. Sedangkan pada bulan Ramadhan, pahala ibadah itu oleh Allah dilipatgandakan. Bayangkan, 100.000 dikalikan berkali-kali lipat, hasilnya tidak terhingga. Bagi yang sanggup, umroh waktu puasa di bulan Ramadhan itu sangat dianjurkan. Mengapa? Lantaran umrahnya itu sendiri adalah ibadah yang primer, selain itu, Ramadhan merupakan bulan yang sangat berkah. Perpaduan umrah dan Ramadhan itu membentuk keutamaan-keutamaan yg luar biasa. Itu sebabnya, Rasulullah SAW menganjurkan umrah dalam saat Ramadhan. 



Paket Umroh Bulan Ramadhan 2019

Pastikan anda telah memesan seat jauh-jauh hari, lantaran untuk umroh ramadhan ini sangat diminati jamaah muslim seluruh dunia sebagai akibatnya visa & tiket sulit di bisa. Silahkan hubungi kami buat fakta seat, harga dan itinenary selama acara umrah selama ramadhan pada tanah kudus.

Faedah dan Keutamaan Umrah Di Saat Bulan Ramadhan : Umrah Bulan Puasa Ramadhan sangat istimewa. Seluruh amal saleh dilipatgandakan balasannya sampai tidak terhingga. Bulan Ramadhan yang penuh berkah sementara waktu lagi datang. Inilah bulan buat beramal sebanyak-banyaknya. Tidak hanya puasa dan shalat Tarawih, melainkan pula aneka macam amal ibadah lainnya, misalnya membaca Alquran, berzakat dan bersedekah, serta ibadah-ibadah lainnya. Bagi mereka yang bisa, Umroh Ramadhan jua memberikan kesempatan untuk memetik suatu keistimewaan yg luar biasa melalui umrah Ramadhan. Umrah tersebut bisa dilaksanakan di awal Ramadhan, tengah Ramadhan, atau akhir Ramadhan. Da'i terkemuka Dr KH Didin Hafidhuddin berkata bagi yg bisa, umrah Ramadhan itu sangat dianjurkan. Mengapa? ''Pertama, umrahnya itu sendiri adalah ibadah yg primer. Kedua, Ramadhan merupakan bulan yg sangat berkah. Perpaduan umrah & Ramadhan itu membentuk keutamaan-keutamaan yang luar biasa. Itu sebabnya, Rasulullah menganjurkan umrah dalam ketika Ramadhan,'' kata KH Didin . ''Ada satu hadits Rasulullah yang masyhur dan shahih, yg merupakan, 'Barangsiapa yg umrah bersamaku pada bulan Ramadhan nilainya sama menggunakan pulang haji bersamaku.' Berdasarkan hadits tersebut, tidak heran bila banyakl berusaha melakukan umrah pada bulan Ramadhan,'' Ia menambahkan, keutamaan yg ke 2, di bulan Ramadhan, terdapat hari-hari yang kemungkinan turunnya Lailatul qadar. Jadi, selain setiap saat bila beribadah dibalas dengan banyak kebaikan, ada kemungkinan bertemu satu malam yang nilainya lebih baik menurut 1.000 bulan. ''Ini merupakan pelipatgandaan yang luar biasa,'' tuturnya. Pimpinan Ponpes Wisata Hati Ustadz Yusuf Mansur menegaskan, bahwa umrah Ramadhan itu sangat istimewa. ''Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa. Setiap amal dilipatgandakan berlipat-lipat. Ramadhan pula adalah kesempatan buat memohon ampun atas segala dosa. Karena itu, sangat dianjurkan bagi mereka yang bisa buat menunaikan umrah Ramadhan,'' ujar Yusuf Mansur . Ia mengungkapkan, balasan pahala dari Allah SWT di bulan Ramadhan luar biasa. ''Nabi mengungkapkan, shalat di Masjid Nabawi sama dengan shalat 100.000 rakaat. Sedangkan pada bulan Ramadhan, pahala ibadah itu sang Allah dilipatgandakan. Bayangkan, 100.000 dikalikan berkali-kali lipat, hasilnya tak terhingga,'' KH Didin menambahkan, terdapat kenikmatan spiritual yg luar biasa, bagi mereka yg melakukan umrah Ramadhan. Misalnya, Tarawih berjamaah 20 rakaat, shalat Tahajjud berjamaah delapan rakaat, dan Witir berjamaah 3 rakaat. Witirnya saja mampu setengah jam, namun terasa sangat nikmat dan nir membosankan. ''Bacaan imamnya sangat mengagumkan, suasanya sangat syahdu, orang-orang tiba ke Masjidil Haram betul-betul buat beribadah, tidak ada niat lain. Sehingga, suasananya betul-benar  kondusif untuk beribadah,'' tandas KH Didin yg juga Pembimbing Ibadah DD Travel.. Wahyu menyampaikan, umrah di bulan Ramadhan bisa meraih kekhusyuan yang luar biasa. ''Suasananya sangat syahdu. Orang-orang tiba memang benar -betul menggunakan niat ibadah,'' tuturnya. Wahyu menyebutkan, usai buka puasa dan shalat Maghrib, jamaah umrah pulang ke hotel. Lalu balik  lagi buat shalat Tarawih berjamaah. Pulang ke hotel lagi. Kemudian kembali lagi shalat tahajjud & Witir berjamaah. Balik ke hotel buat sahur. Balik lagi ke Masjid buat shalat Shubuh berjamaah hingga usai shalat Dhuha, baru kemudian pergi ke hotel. ''Jadi, kondisinya memang terkondisikan buat ibadah,'' papar Wahyu. Yusuf Mansur mengemukakan, program umrah Ramadhan adalah kesempatan emas buat beramal ibadah maupun merenung sebaik mungkin. ''Untuk mencapai konsentrasi, nir terdapat tempat yang lebih baik selain Makkah dan Madinah (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi),'' tandas Yusuf Mansur.

Umrah Di Bulan Ramadhan Seperti Haji Bersama Nabi

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita, مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا “Apa alasanmu sehingga nir ikut berhaji bersama kami?” Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas buat memberi minum pada seekor unta di mana unta tadi ditunggangi oleh ayah fulan & anaknya –ditunggangi suami & anaknya-. Ia meninggalkan unta tersebut tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air dalam unta tadi. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ “apabila Ramadhan tiba, berumrahlah ketika itu karena umroh Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 & Muslim no. 1256). Dalam lafazh Muslim disebutkan, فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً “Umrah dalam bulan Ramadhan senilai menggunakan haji.” (HR. Muslim no. 1256) Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan, فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Tetapi bukan berarti umrah Ramadhan sama menggunakan haji secara holistik. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, kemudian dia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak mampu menggantikan haji tersebut.” (Syarh Shahih Muslim, 9:dua) Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia pada masa silam) pernah memperlihatkan maksud umrah Ramadhan misalnya berhaji bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendapat pertanyaan, “Apakah umrah pada bulan Ramadhan bisa menggantikan haji dari sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berumrah di bulan Ramadhan maka dia misalnya haji bersamaku”? Jawaban Syaikh rahimahullah, “Umrah pada bulan Ramadhan tidaklah mampu menggantikan haji. Akan tetapi umrah Ramadhan menerima keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Umrah Ramadhan senilai dengan haji.” Atau dalam riwayat lain disebutkan bahwa umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu yg dimaksud adalah sama pada keutamaan dan pahala. Dan maknanya bukanlah umrah Ramadhan mampu menggantikan haji. Orang yg berumrah di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau beliau telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap nir mampu menggantikan haji yg harus.” Walaupun ibadah umrah Ramadhan sangat dianjurkan, KH Didin mengingatkan, supaya jangan lupa mengasah kepekaan sosial. ''Kesalehan sosial wajib  dikembangkan secara terpadu. Jadi, ibadah ritual dan ibadah sosial itu sama-sama diutamakan. Umrah Ramadhan itu utama, akan tetapi ingat berzakat & bersedekah,'' ujar KH Didin yang juga Ketua Baznas. Hal senada diungkapkan Yusuf Mansur. Menurutnya, ada kenyataan bersedekah yang luar biasa di Tanah Suci khususnya dalam bulan Ramadhan. ''Pada bulan Ramadhan, kita bisa saksikan gairah bersedekah yg luar biasa di Masjid-masjid. Orang-orang Arab Saudi berlomba-lomba buat bersedekah. Mereka berebut untuk memberi sedekah, bukan mencari sedekah,'' istilah Yusuf Mansur. Wahyu menambahkan, ada pengalaman menarik dan unik di Tanah Suci tiap bulan Ramadhan. Saat buka puasa beserta pada masjid-masjid, terutama Masjidil Haram & Masjid Nabawi, kuliner berlimpah. Begitu jamaah tiba ke masjid, sajian telah tersedia. Itulah yg disebut Maidah Rahman. ''Ada 2 kemungkinan asal kuliner tadi, yakni bantuan resmi menurut Kerajaan dan orang-orang kaya yg sangat gemar & berlomba-lomba bersedekah,'' kata Wahyu.
Read more

Rabu, 07 November 2018

Tata Cara Pelaksanaan Umroh

TATA CARA PERLAKSANAKAN UMRAH DI TAHUN 2019

Pertama: Ihram Dari Miqat.
Mandilah lalu usapkanlah minyak wangi ke bagian tubuhmu, misalnya ke rambut dan jenggot. Jangan mengusapkan minyak wangi ke pakaian ihram. Jika pakaian ihram terkena minyak wangi maka cucilah. Hindarilah pakaian yang berjahit. Kenakan selendang dan kain putih, juga sandal. (Payung, kaca mata, cincin dan sabuk boleh dikenakan oleh orang yang sedang ihram).

Adapun bagi wanita, maka ia mandi meskipun haid, lalu mengenakan pakaian yang ia kehendaki, tetapi harus memenuhi syarat hijab, sehingga tidak tampak sesuatu pun dari bagian tubuhnya. Juga tidak berhias dengan perhiasan dan tidak memakai minyak wangi serta tidak menyerupai laki-laki.

Jika Anda tidak mampu berhenti di miqat seperti yang melakukan perjalanan dengan pesawat terbang maka mandilah sejak di rumah, lalu jika telah mendekati miqat mulailah ihram dan ucapkanlah:

لَبَّيكَ عُمْرَةً

Aku penuhi panggilanMu untuk menunaikan ibadah umrah.

Jika Anda khawatir tidak bisa menyempurnakan ibadah haji karena sakit atau lainnya maka ucapkan:

فإِ نْ حَبَسَنِِي حَا بِسٌ فَمَحَلّي حَيْثُ حَبَسْتَنِيْ

Jika aku terhalang oleh suatu halangan maka tempat (tahallul)ku adalah di mana Engkau menahanku.

Lalu mulailah mengucapkan talbiyah hingga sampai ke Makkah. Talbiyah hukumnya sunnah mu’akkadah (ditekankan), baik untuk laki-laki maupun wanita. Bagi laki-laki disunnahkan untuk mengeraskan suara talbiyah, dan tidak bagi wanita. Talbiyah yang dimaksud adalah ucapan:

لَبََّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ،لَبَّيْكَ لاَ شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ والْمُلكَ، لاَشَرِيْكَ لَكَ

Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu. Aku penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu, aku penuhi panggilanMu. Sesungguh-nya segala pujian dan nikmat serta kerajaan adalah milikMu, tidak ada sekutu bagiMu.

Disunnahkan mandi sebelum masuk Makkah, jika hal itu memungkinkan.

Peringatan:
1. Sebagian orang mempercayai bahwa pakaian yang dikenakan wanita haruslah berwarna tertentu, misalnya hijau, hitam atau putih. Ini adalah tidak benar! Sungguh tidak ada ketentuan sedikit pun tentang warna pakaian yang harus dikenakan.

2. Talbiyah yang dilakukan secara bersama-sama dengan satu suara -di mana hal ini dilakukan oleh sebagian jamaah haji adalah bid’ah. Perbuatan tersebut tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga tidak dari salah seorang sahabatnya. Yang benar adalah hendaknya setiap Haji mengucapkan talbiyah sendiri-sendiri.

3. Tidak diharuskan seorang yang sedang ihram, baik laki-laki maupun wanita mengenakan terus pakaian yang ia kenakan ketika ihram sepanjang ibadahnya, tetapi dibolehkan ia menggantinya kapan dia suka.

Four. Hendaknya setiap Haji benar-benar memperhatikan masalah menutup aurat, sebab sebagian laki-laki terkadang auratnya terbuka di depan orang lain, misalnya ketika duduk atau tidur, sedang dia tidak merasa.

5. Sebagian wanita mempercayai dibolehkannya membuka wajah di depan laki-laki selama masih dalam keadaan ihram. Ini adalah keliru! Ia wajib menutupi wajahnya. Di antara dalil masalah ini adalah ucapan Aisyah radhiallahu anha:

كََانَ الرُّكْبَانُ يَمُرُّوْنَ بِنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُوْلِ اللَّه مُحْرِِِمَات، فَإِذَا حَاذَوْابِنَا أَسْدَلَتْ إحْدَانَا جِلبَا بَهََا عَلَى وجْهِهَا، فإِ ذَا جَا وَزُوْنَا كَشَفْنَاهُ

Dahulu ada kafilah yang melewati kami, sedang kami dalam keadaan ihram bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mereka telah dekat dengan kami, salah seorang dari kami mengulurkan jilbabnya ke wajahnya, dan ketika mereka telah lewat, kami membukanya kembali. [HR. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad hasan].

Dan dari Asma’ binti Abi Bakar radhiallahu anha, ia berkata:

كُنَّانُغَطِّيْ وُجُوْ هَنَا مِنَ الرِّجَالِ، وَكُنَّا نَمْتَشِطُ قَبْلَ ذَلِكَ فِي اْلإِحْرَام

Kami menutupi wajah kami dari (penglihatan) laki-laki dan sebelumnya kami menyisir rambut ketika ihram. [Dikeluarkan Al-Hakim dan lainnya, atsar ini shahih].

Kedua: Jika Anda telah sampai di Masjidil Haram, dahulukanlah kaki kananmu dan ucapkan (do’a):

،بسْمِ اللَّه، والصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَىرَسُوْاللِّه، اَللّهُمَّ َافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِك أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu’. ‘Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung dan dengan WajahNya Yang Mahamulia serta KekuasaanNya Yang Mahaazali dari setan yang terkutuk.

Do’a ini juga diucapkan ketika memasuki masjid-masjid yang lain.

Ketiga: Lalu mulailah melakukan thawaf dari hajar aswad (dan atau dari tempat yang searah dengannya, pen.), kemudian menghadaplah kepadanya dan ucapkan, Allahu Akbar, lalu usaplah hajar aswad itu dengan tangan kananmu kemudian ciumlah. Jika Anda tidak mampu menciumnya maka usaplah hajar aswad itu dengan tanganmu atau dengan lainnya, lalu ciumlah sesuatu yang dengannya Anda mengusap hajar aswad. Jika Anda tidak mampu melakukannya, maka jangan mendesak orang-orang (untuk mencapainya), tetapi berilah isyarat kepada hajar aswad dengan tanganmu sekali isyarat (dan jangan Anda cium tanganmu). Lakukan hal itu dalam memulai setiap putaran thawaf.

Berthawaflah tujuh kali putaran dengan menjadikan Ka’bah di sebelah kirimu. Lakukan raml (jalan cepat dengan memendekkan langkah) pada tiga putaran pertama dan berjalanlah (biasa) pada putaran berikutnya. Dalam semua putaran thawaf tersebut lakukanlah idhthiba’ (meletakkan pertengahan kain selendang di bawah pundak kanan, dan kedua ujungnya di atas pundak kiri). Raml dan idhthiba’ tersebut khusus bagi laki-laki dan hanya dilakukan pada thawaf yang pertama. Atau thawaf umrah bagi orang yang mengerjakan haji tamattu’ dan thawaf qudum bagi orang yang melakukan haji qiran dan ifrad.

Jika Anda telah sampai ke Rukun Yamani maka usaplah dengan tanganmu jika hal itu memungkinkan-, tetapi jangan menciumnya. Jika tidak bisa mengusapnya maka jangan memberi isyarat kepadanya. Dan disunnahkan ketika Anda berada di antara Rukun Yamani dan hajar aswad membaca do’a:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka.

Dalam thawaf, tidak ada do’a-do’a khusus dari tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selain do’a di atas, tetapi memang disunnahkan memperbanyak dzikir dan do’a ketika thawaf (do’a apa saja yang dikehendaki, pen.). Jika Anda membaca ayat-ayat Al-Qur’an ketika thawaf, maka itu adalah baik.

Peringatan:
1. Bersuci adalah syarat sahnya thawaf. Jika wudhu Anda batal di tengah-tengah melakukan thawaf, maka keluar dan berwudhulah, lalu ulangilah thawaf Anda dari awal.

2. Jika di tengah-tengah Anda melakukan thawaf didirikan shalat, atau Anda mengikuti shalat jenazah, maka shalatlah bersama mereka lalu sempurnakanlah thawaf Anda dari tempat mana Anda berhenti. Jangan lupa menutupi kedua pundak Anda, sebab menutupi keduanya dalam shalat adalah wajib.

Three. Jika Anda perlu duduk sebentar, atau minum air atau berpindah dari lantai bawah ke lantai atas atau sebaliknya di tengah-tengah thawaf, maka hal itu tidak mengapa.

4. Jika Anda ragu-ragu tentang bilangan putaran, maka pakailah bilangan yang Anda yakini; yaitu yang lebih sedikit. Jika Anda ragu-ragu apakah Anda telah melakukan thawaf tiga atau empat kali maka tetapkanlah tiga kali, tetapi jika Anda lebih mengira bilangan tertentu maka tetapkanlah bilangan tersebut.

Sebagian Haji melakukan idhthiba’ sejak awal memakai pakaian ihram dan tetap seperti itu dalam seluruh manasik haji. Ini adalah keliru. Yang disyari’atkan adalah hendaknya ia menutupi kedua pundaknya, dan tidak melakukan idhthiba’ kecuali ketika thawaf yang pertama, sebagaimana telah disinggung di muka.

Keempat : Jika Anda selesai dari putaran ketujuh, saat mendekati hajar aswad, tutuplah pundakmu yang kanan, kemudian pergilah menuju maqam Ibrahim, jika hal itu memungkinkan, lalu ucapkanlah firman Allah:

وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. [Al-Baqarah: 125].

Jadikanlah posisi maqam itu antara dirimu dengan Ka’bah, jika memungkinkan, lalu shalatlah dua rakaat. Pada raka’at pertama Anda membaca, setelah Al-Fatihah- surat Al-Kafirun dan pada raka’at kedua surat Al-Ikhlash .

Peringatan:
Shalat dua raka’at thawaf hukumnya sunnah dikerjakan di belakang maqam Ibrahim, tetapi melaku-kannya di tempat mana saja dari Masjidil Haram juga dibolehkan.

Termasuk kesalahan yang dilakukan oleh sebagian jamaah haji adalah shalat di belakang maqam Ibrahim pada saat orang penuh sesak, sehingga dengan demikian menyakiti orang lain yang sedang thawaf. Yang benar, hendaknya ia mundur ke belakang sehingga jauh dari orang-orang yang thawaf, dan hendaknya ia menjadikan posisi maqam Ibrahim antara dirinya dengan Ka’bah, atau bahkan boleh melakukan shalat di mana saja di Masjidil Haram.
Read more