Kamis, 29 November 2018

Selain Ongkos, Jangan Lupakan 5 Biaya Tambahan Ini Buat Naik Haji dan Umroh

Selain Ongkos, Jangan Lupakan 5 Biaya Tambahan Ini Buat Naik Umroh dan Umroh

Sebagai rukun Islam yang kelima, banyak umat Muslim yang mendambakan naik Umroh atau Umroh .  Sayangnya, tak semua Muslim mampu dengan mudah menunaikannya. Salah satu sebabnya adalah biaya haji atau Umroh yang tak sedikit sehingga diperlukan rencana keuangan yang matang dan tepat sasaran.

Jika melihat peraturan pemerintah 2018, biaya haji atau Umroh reguler yang telah ditetapkan saat ini sebesar Rp 3-38,7 juta tergantung lokasi daerah keberangkatan. Sedangkan biaya haji atau Umroh ONH Plus berkisar antara Rp 112,7 hingga Rp 169 juta, tergantung dengan fasilitas yang ditawarkan biro perjalanan yang bersangkutan. Bukan nominal yang kecil, kan?

Padahal untuk mengatur keuangan persiapan naik haji atau Umroh, calon jemaah masih harus memperhitungkan biaya-biaya lain selain biaya ongkos haji atau Umroh.

Walaupun ongkos haji atau Umroh sendiri sudah terbilang cukup besar, nyatanya masih ada kebutuhan-kebutuhan lain dari sebelum berangkat ke tanah suci hingga saat tiba kembali di tanah air yang juga perlu biaya lumayan.

Nah, jika kamu sedang berencana naik haji atau Umroh, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang, mulailah buat rencana keuanganmu dari sekarang. Berikut ini biaya-biaya tambahan yang perlu kamu siapkan selain ongkos haji atau Umroh itu sendiri.

1. Biaya perlengkapan haji atau Umroh

Untuk penunjang ibadah haji atau Umroh, ada beberapa perlengkapan haji atau Umroh yang perlu disiapkan. Pertama, perlengkapan busana yang meliputi pakaian ihram atau gamis, jilbab, sabuk, alat ibadah, jaket, dan lain sebagainya.

Kedua, perlengkapan obat-obatan. Ketiga, perlengkapan makan dan minum. Keempat, perlengkapan komunikasi seperti pulsa untuk tetap berkomunikasi dengan orang rumah, dan perlengkapan pendukung lainnya seperti alat mandi, sun screen, serta kacamata hitam bila perlu.

Buatlah rincian anggaran perlengkapan haji atau Umroh ini untuk mempermudah mengetahui gambaran biaya yang diperlukan.

2. Biaya vaksin meningitis

Menurut WHO (World Health Organization) negara Arab Saudi merupakan tempat penyebaran virus penyakit meningitis. Virus ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, tiap calon jemaah haji atau Umroh maupun umroh harus melakukan vaksin meningitis sebelum tiba di tanah suci.

Vaksin biasanya diberikan 2-4 minggu sebelum keberangkatan karena kekebalan vaksin baru beraksi  dua minggu setelah penyuntikan dan bertahan selama dua tahun. Biaya suntik vaksin meningitis berbeda-beda tergantung kebijakan kantor kesehatan terkait. Meski begitu tarifnya berada pada kisaran Rp 300-450 ribu.

3. Biaya selamatan (sebelum dan sesudah berUmroh)

Walau tidak diwajibkan, selamatan sebelum berangkat dan usai berumroh atau sering juga disebut walimatus safar Umroh sudah menjadi tradisi di Indonesia bagi tiap calon jemaah yang hendak berumroh.

Pada momen ini, calon jemaah mengundang sanak saudara, kerabat, dan tetangga dalam acara ‘pamitan’ sekaligus momen silaturahmi yang juga diisi siraman rohani terkait ibadah Umroh.

Dengan menyiarkan keberangkatan Umroh, calon jemaah secara tak langsung ‘menitipkan’ keluarga yang ditinggalkan pada kerabat dan tetangga di lingkungan sekitar.

Usai kepulangan Umroh, jemaah juga mengadakan acara sebagai bentuk syukur kembalinya mereka dalam keadaan sehat dan selamat. Acara ini sekaligus sebagai informasi kepada kerabat mengenai kepulangan jemaah yang bersangkutan.

Biaya yang diperlukan untuk kedua acara ini biasanya meliputi biaya makanan dan ‘ongkos’  ustaz yang mengisi tausiyah. Jika tamu yang diundang tak terlalu banyak, kamu bisa memasak sendiri untuk penghematan atau menyajikan dalam box nasi. Tapi, jika undangan mencapai ratusan, penyajian model prasmanan bisa jadi pilihan yang ekonomis.

4. Biaya hidup dan dana darurat untuk keluarga

Saat naik Umroh, kamu akan meninggalkan keluarga kurang lebih selama 40 hari. Jika kamu adalah pencari nafkah dalam keluarga, maka siapkanlah anggaran biaya hidup keluarga selama ditinggalkan berumroh.

Selain itu, dana yang tak kalah penting untuk disiapkan adalah dana darurat. Naik Umroh adalah perjalanan jauh dan tak sebentar sehingga bukan tak mungkin ada kejadian tak terduga dan tak diharapkan dalam perjalanannya.

5. Biaya oleh-oleh

Rencanakan anggaran oleh-oleh sebelum keberangkatan. Jika ingin memberikan pada banyak orang, kamu bisa memilih aksesoris atau makanan yang relatif murah seperti tasbih, kosmetik Arab, atau cokelat.

Untuk menghemat dan menghindari kelebihan bagasi saat pulang nanti, kamu juga bisa membeli oleh-oleh khas Arab yang telah diimpor ke Indonesia, salah satunya di pusat oleh-oleh Arab di Tanah Abang.

Buat anggaran keuangan sebagai persiapan berumroh untuk menghindarkan diri dari masalah keuangan baik sebelum berangkat maupun usai pulang nanti. Jika sudah tahu berapa besar dana yang kamu butuhkan dari rincian di atas, mulailah mencari strategi keuangan yang sesuai.

Selain tabungan Umroh, kamu juga bisa mempertimbangkan instrumen investasi untuk memperoleh dana Umrohyang diperlukan. Pilih instrumen yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan rencana keberangkatan haji dan umrohmu.
Load disqus comments

0 komentar