Rabu, 14 November 2018

Umroh Di Bulan Ramadhan 2019

Paket Umroh Ramadhan 2019 Alsha Travel

Rasulullah SAW bersabda, ''Barangsiapa yg melaksanakan umrah di bulan Ramadhan nilainya sama dengan pergi haji bersamaku.'' (HR. Imam Bukhari menggunakan Fathul Baari 4/74 dll). Bulan Ramadhan yang penuh berkah sementara waktu lagi datang. Inilah bulan buat beramal sebanyak-banyaknya. Tidak hanya puasa & shalat Tarawih, melainkan jua banyak sekali amal ibadah lainnya, seperti membaca Alquran, berzakat dan bersedekah, serta Umrah Ramadhan. Umrah tadi bisa dilaksanakan pada awal Ramadhan, tengah Ramadhan, atau akhir Ramadhan. Amalan yang bernilai sunnah, bila dilaksanakan dalam hari-hari Ramadhan maka pahala yang diperoleh senilai dengan amalan fardhu.

Sedangkan amalan yg sifatnya fardhu jika dilaksanakan pada bulan Ramadhan maka pahala yg diperoleh 70 kali lipat lebih besar  dibandingkan jika dilaksanakan pada hari di luar Ramadhan. Pahala yang Allah SWT janjikan pada bulan Ramadhan luar biasa. Nabi berkata, shalat di Masjid Nabawi sama menggunakan shalat 100.000 rakaat. Sedangkan pada bulan Ramadhan, pahala ibadah itu oleh Allah dilipatgandakan. Bayangkan, 100.000 dikalikan berkali-kali lipat, hasilnya tidak terhingga. Bagi yang sanggup, umroh waktu puasa di bulan Ramadhan itu sangat dianjurkan. Mengapa? Lantaran umrahnya itu sendiri adalah ibadah yang primer, selain itu, Ramadhan merupakan bulan yang sangat berkah. Perpaduan umrah dan Ramadhan itu membentuk keutamaan-keutamaan yg luar biasa. Itu sebabnya, Rasulullah SAW menganjurkan umrah dalam saat Ramadhan. 

Paket Umroh Bulan Ramadhan 2019

Pastikan anda telah memesan seat jauh-jauh hari, lantaran untuk umroh ramadhan ini sangat diminati jamaah muslim seluruh dunia sebagai akibatnya visa & tiket sulit di bisa. Silahkan hubungi kami buat fakta seat, harga dan itinenary selama acara umrah selama ramadhan pada tanah kudus.

Faedah dan Keutamaan Umrah Di Saat Bulan Ramadhan : Umrah Bulan Puasa Ramadhan sangat istimewa. Seluruh amal saleh dilipatgandakan balasannya sampai tidak terhingga. Bulan Ramadhan yang penuh berkah sementara waktu lagi datang. Inilah bulan buat beramal sebanyak-banyaknya. Tidak hanya puasa dan shalat Tarawih, melainkan pula aneka macam amal ibadah lainnya, misalnya membaca Alquran, berzakat dan bersedekah, serta ibadah-ibadah lainnya. Bagi mereka yang bisa, Umroh Ramadhan jua memberikan kesempatan untuk memetik suatu keistimewaan yg luar biasa melalui umrah Ramadhan. Umrah tersebut bisa dilaksanakan di awal Ramadhan, tengah Ramadhan, atau akhir Ramadhan. Da'i terkemuka Dr KH Didin Hafidhuddin berkata bagi yg bisa, umrah Ramadhan itu sangat dianjurkan. Mengapa? ''Pertama, umrahnya itu sendiri adalah ibadah yg primer. 

Kedua, Ramadhan merupakan bulan yg sangat berkah. Perpaduan umrah & Ramadhan itu membentuk keutamaan-keutamaan yang luar biasa. Itu sebabnya, Rasulullah menganjurkan umrah dalam ketika Ramadhan,'' kata KH Didin . ''Ada satu hadits Rasulullah yang masyhur dan shahih, yg merupakan, 'Barangsiapa yg umrah bersamaku pada bulan Ramadhan nilainya sama menggunakan pulang haji bersamaku.' Berdasarkan hadits tersebut, tidak heran bila banyakl berusaha melakukan umrah pada bulan Ramadhan,'' Ia menambahkan, keutamaan yg ke 2, di bulan Ramadhan, terdapat hari-hari yang kemungkinan turunnya Lailatul qadar. Jadi, selain setiap saat bila beribadah dibalas dengan banyak kebaikan, ada kemungkinan bertemu satu malam yang nilainya lebih baik menurut 1.000 bulan. 

Ini merupakan pelipatgandaan yang luar biasa, tuturnya. Pimpinan Ponpes Wisata Hati Ustadz Yusuf Mansur menegaskan, bahwa umrah Ramadhan itu sangat istimewa. ''Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa. Setiap amal dilipatgandakan berlipat-lipat. Ramadhan pula adalah kesempatan buat memohon ampun atas segala dosa. Karena itu, sangat dianjurkan bagi mereka yang bisa buat menunaikan umrah Ramadhan,'' ujar Yusuf Mansur . Ia mengungkapkan, balasan pahala dari Allah SWT di bulan Ramadhan luar biasa. ''Nabi mengungkapkan, shalat di Masjid Nabawi sama dengan shalat 100.000 rakaat. Sedangkan pada bulan Ramadhan, pahala ibadah itu sang Allah dilipatgandakan. Bayangkan, 100.000 dikalikan berkali-kali lipat, hasilnya tak terhingga,'' KH Didin menambahkan, terdapat kenikmatan spiritual yg luar biasa, bagi mereka yg melakukan umrah Ramadhan. Misalnya, Tarawih berjamaah 20 rakaat, shalat Tahajjud berjamaah delapan rakaat, dan Witir berjamaah 3 rakaat. Witirnya saja mampu setengah jam, namun terasa sangat nikmat dan nir membosankan. ''Bacaan imamnya sangat mengagumkan, suasanya sangat syahdu, orang-orang tiba ke Masjidil Haram betul-betul buat beribadah, tidak ada niat lain.

Sehingga, suasananya betul-benar  kondusif untuk beribadah,'' tandas KH Didin yg juga Pembimbing Ibadah DD Travel.. Wahyu menyampaikan, umrah di bulan Ramadhan bisa meraih kekhusyuan yang luar biasa. ''Suasananya sangat syahdu. Orang-orang tiba memang benar -betul menggunakan niat ibadah,'' tuturnya. Wahyu menyebutkan, usai buka puasa dan shalat Maghrib, jamaah umrah pulang ke hotel. Lalu balik  lagi buat shalat Tarawih berjamaah. Pulang ke hotel lagi. Kemudian kembali lagi shalat tahajjud & Witir berjamaah. Balik ke hotel buat sahur. Balik lagi ke Masjid buat shalat Shubuh berjamaah hingga usai shalat Dhuha, baru kemudian pergi ke hotel. ''Jadi, kondisinya memang terkondisikan buat ibadah,'' papar Wahyu. Yusuf Mansur mengemukakan, program umrah Ramadhan adalah kesempatan emas buat beramal ibadah maupun merenung sebaik mungkin. ''Untuk mencapai konsentrasi, nir terdapat tempat yang lebih baik selain Makkah dan Madinah (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi),'' tandas Yusuf Mansur

Umrah Di Bulan Ramadhan Seperti Haji Bersama Nabi

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita, مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا “Apa alasanmu sehingga nir ikut berhaji bersama kami?” Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas buat memberi minum pada seekor unta di mana unta tadi ditunggangi oleh ayah fulan & anaknya –ditunggangi suami & anaknya-. Ia meninggalkan unta tersebut tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air dalam unta tadi. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ “apabila Ramadhan tiba, berumrahlah ketika itu karena umroh Ramadhan senilai dengan haji.” 

(HR. Bukhari no. 1782 & Muslim no. 1256). Dalam lafazh Muslim disebutkan, فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً “Umrah dalam bulan Ramadhan senilai menggunakan haji.” 

(HR. Muslim no. 1256) Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan, فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Tetapi bukan berarti umrah Ramadhan sama menggunakan haji secara holistik. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, kemudian dia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak mampu menggantikan haji tersebut.” 

(Syarh Shahih Muslim, 9:dua) Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia pada masa silam) pernah memperlihatkan maksud umrah Ramadhan misalnya berhaji bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mendapat pertanyaan, “Apakah umrah pada bulan Ramadhan bisa menggantikan haji dari sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa berumrah di bulan Ramadhan maka dia misalnya haji bersamaku”? 

Jawaban Syaikh rahimahullah, “Umrah pada bulan Ramadhan tidaklah mampu menggantikan haji. Akan tetapi umrah Ramadhan menerima keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Umrah Ramadhan senilai dengan haji.” Atau dalam riwayat lain disebutkan bahwa umrah Ramadhan seperti berhaji bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, yaitu yg dimaksud adalah sama pada keutamaan dan pahala. Dan maknanya bukanlah umrah Ramadhan mampu menggantikan haji. 

Orang yg berumrah di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau beliau telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap nir mampu menggantikan haji yg harus.” Walaupun ibadah umrah Ramadhan sangat dianjurkan, KH Didin mengingatkan, supaya jangan lupa mengasah kepekaan sosial. ''Kesalehan sosial wajib  dikembangkan secara terpadu. Jadi, ibadah ritual dan ibadah sosial itu sama-sama diutamakan. Umrah Ramadhan itu utama, akan tetapi ingat berzakat & bersedekah,'' ujar KH Didin yang juga Ketua Baznas. Hal senada diungkapkan Yusuf Mansur. Menurutnya, ada kenyataan bersedekah yang luar biasa di Tanah Suci khususnya dalam bulan Ramadhan. 

''Pada bulan Ramadhan, kita bisa saksikan gairah bersedekah yg luar biasa di Masjid-masjid. Orang-orang Arab Saudi berlomba-lomba buat bersedekah. Mereka berebut untuk memberi sedekah, bukan mencari sedekah,'' istilah Yusuf Mansur. Wahyu menambahkan, ada pengalaman menarik dan unik di Tanah Suci tiap bulan Ramadhan. Saat buka puasa beserta pada masjid-masjid, terutama Masjidil Haram & Masjid Nabawi, kuliner berlimpah. Begitu jamaah tiba ke masjid, sajian telah tersedia. Itulah yg disebut Maidah Rahman. ''Ada 2 kemungkinan asal kuliner tadi, yakni bantuan resmi menurut Kerajaan dan orang-orang kaya yg sangat gemar & berlomba-lomba bersedekah,'' kata Wahyu.
Load disqus comments

0 komentar